Skip to main content

A Little Story behind My Writing

Hi there!

Kalau kalian udah baca about me di sini, tentunya kalian tau kalau aku suka banget sama nulis. Awalnya cuma nulis puisi-puisi curahan hati aja di binder, tapi lama kelamaan jadi lebih suka nulis cerita. Kemarin iseng aja nyari binder tersebut. Kirain udah hilang entah ke mana, eh taunya terselip di antara buku-buku kuliah.

Binder bersejarah

Puisi pertama

Binder tersebut merupakan tempat mencurahkan apa yang ada di hati dan kepala. Kebanyakan isi dari binder itu sih, ya puisi. Cerpennya cuma ada dua dan fanfic ada satu. Bedanya dengan sekarang, aku kebanyakan nulis cerita dalam Bahasa Inggris. Aku ngambil jurusan Sastra Inggris dan dari awal semester diwajibkan untuk nulis semua paper dalam bahasa Inggris. Di sini pulalah aku pertama kali nulis cerita pendek pake bahasa Inggris. Dan kalau disuruh nulis pake bahasa Indonesia, hasilnya pasti kaku banget kayak postingan ini. Lol.


Puisi ke-sekian

Fanfic pertama aku merupakan cerita yang aku karang buat memenuhi suatu tantangan di salah satu fanbase. Ceritanya berfokus kepada karakter Alec di serial Mortal Instrument. Judul awalnya itu Tujuh Hari Mendapatkan Cintanya Kembali, tapi di menit-menit akhir aku ganti jadi Perjuangan Tujuh Hari.

Fanfic Pertama

Sedangkan untuk cerita pertama, itu aku tulis cuma iseng aja. Karena setelah lulus SMA banyak banget waktu kosong, makanya aku isi kekosongan tersebut dengan menulis. Aku udah nulis 12 halaman, tapi itu belum selesai sampai sekarang. Pengen banget lanjutin ceritanya, tapi karena udah lama banget dibiarin gitu aja, jadinya gak kepikirian mau lanjutinnya gimana.

Cerita Pertama 

Well, that's a little story behind my writing. Kalau kalian mau baca fanfic pertama aku, langsung aja meluncur ke sini.


Comments

Popular posts from this blog

Review: The Silent Patient (Pelukis Bisu) - Alex Michaelides

Judul: The Silent Patient (Pelukis Bisu) Penulis: Alex Michaelides Penerjemah: Rini Nurul Badariah Penyunting: Barokah Ruziati Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tebal: 400 halaman Genre: Mystery, thrillers Blurb   Suatu malam, terdengar bunyi tembakan dari rumah pasangan Gabriel dan Alicia Berenson. Ketika polisi masuk, Gabriel ditemukan tewas tertembak lima kali di wajah dengan posisi terikat di kursi. Alicia berdiri di depan suaminya. Senjata api tergeletak di lantai. Alicia membisu. Ia tak menjawab satu pertanyaan pun. Ia tetap diam ketika dituduh membunuh Gabriel. Alicia tetap bungkam sewaktu ditahan, tidak menyangkal atau mengaku. Ia tak pernah bicara lagi. Alicia tetap membisu––tapi menyatakan satu hal, dengan lukisan potret diri. Ia memberi judul di sudut kiri bawah kanvas, dengan huruf-huruf Yunani biru terang. Review The Silent Patient merupakan pemenang Goodreads Choice Awards tahun 2019 di kategori Mystery & Thrillers. Hal inilah ...

Review: The Good Son (Anak Teladan) - Jeong You-Jeong

Judul : The Good Son (Anak Teladan) Penulis : Jeong You-Jeong Alih Bahasa : Iingliana Desain & Ilustrasi Sampul : Martin Dima Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tebal : 408 halaman Genre : Mystery, Thriller, Suspense Harga : Rp 123.000 Blurb Yu-jin terbangun karena bau darah dan menemukan dirinya berbaring di ranjangnya sendiri dalam keadaan berlumuran darah. Tetapi itu bukan darahnya. Lalu darah siapa? Jawaban untuk pertanyaan itu baru diketahuinya setelah ia menemukan ibunya tergeletak tak bernyawa dengan leher tergorok di tengah genangan darah di kaki tangga apartmen dupleks mereka. Sebagai penderita epilepsi, ingatan Yu-jin sering bermasalah dan ia tidak bisa mengingat apa pun yang terjadi kemarin malam. Hanya suara ibunya yang selalu terngiang-ngiang di telinga. Suara ibunya yang memanggil namanya. Apakah sang ibu memanggilnya untuk meminta tolong? Atau untuk memohon agar Yu-jin tidak membunuhnya? Yu-jin pun berusaha mencari tahu apa yang terjadi, menggali ingatann...

Big Bad Wolf 2017 Preview Sale

Event buat para pecinta buku datang lagi di tahun ini dengan membawa lebih banyak buku. Saya pun mendapat kesempatan yang (gak begitu) langka untuk menghadiri preview sale BBW. Preview sale ini diadain satu hari sebelum event dibuka untuk umum (20 April). Ada 2000 tiket VIP yang dibagikan dari beberapa jalur, salah satunya blogger/vlogger. Nah saya dapet dari jalur ini. Seneng dong ya dapet tiket VIP, apalagi bisa belanja duluan. Tapi apa daya, ekspektasi beda banget sama realita. Saya udah excited banget buat dateng ke preview sale. Saya sama temen saya pergi bareng dan kita sampai di ICE sekitar pukul 2 siang dan pulang pukul 9 malem. Kita bukan lama nyari buku loh, tapi lama pas ngantri. Saya cuma keliling cari buku inceran selama kurang lebih 2 jam dan sisanya nunggu antrian. Bisa dibayangkan berapa lama kita nunggu cuma buat bayar buku-buku yang dibeli yang jumlahnya gak sampe 10 buku.  Saya kebanyakan keliling di bagian fiction dan hanya sebentar mampir di no...