Skip to main content

Trust in Us

I don’t know where I am now and how I could be here. I look around the room and hardly see anything because the lighting is only from a candle on the drawer. My head is still spinning around and can’t think clearly. I try to get up, but just realize that my hands and legs are tying up with a rope. My hands start shaking. Who did this to me? I try to release my hands, but I can’t, it’s really tight. There is a crack from a door, someone is coming inside. I start to get panic.


The person closes the door and in a second he/she stands behind me. I start to shake uncontrollably. The person presses something sharp into my arm. It’s a knife! And I also realize that I only wear a tank top! Where are my shirt and jacket? I glance to my right where the person presses the knife into my flesh. I start to cry and scream. The person is just laughing like my screaming is just a humor for him. Him! He moves his knife and slices my arm, it really hurts and I cry and scream out loud beg him to stop. He continues to torture me until my voice has gone.



Blood is streaming down from both my arms. I can’t move right now. My arms feel so numb. He keeps tormenting me with his knife and now it moves to my back. I try my best begging him to stop, but he won’t listen. I don’t know who the hell he is. As far as I know, I don’t have enemies. He stops slicing my back and walks toward me. He is in front of me now. I try to stay awake, but my lids are so heavy. He lifts my chin with his knife to look at him. It scratches my chin and blood is dripping from it. I accidentally see his hand which holds a knife and look at his wrist. My eyes wide open as I recognize the tattoo on his wrist. I look at his face and see the familiar face.


“Do you miss me?” his laugh is drowned by my screaming.

Comments

Popular posts from this blog

Review: The Silent Patient (Pelukis Bisu) - Alex Michaelides

Judul: The Silent Patient (Pelukis Bisu) Penulis: Alex Michaelides Penerjemah: Rini Nurul Badariah Penyunting: Barokah Ruziati Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tebal: 400 halaman Genre: Mystery, thrillers Blurb   Suatu malam, terdengar bunyi tembakan dari rumah pasangan Gabriel dan Alicia Berenson. Ketika polisi masuk, Gabriel ditemukan tewas tertembak lima kali di wajah dengan posisi terikat di kursi. Alicia berdiri di depan suaminya. Senjata api tergeletak di lantai. Alicia membisu. Ia tak menjawab satu pertanyaan pun. Ia tetap diam ketika dituduh membunuh Gabriel. Alicia tetap bungkam sewaktu ditahan, tidak menyangkal atau mengaku. Ia tak pernah bicara lagi. Alicia tetap membisu––tapi menyatakan satu hal, dengan lukisan potret diri. Ia memberi judul di sudut kiri bawah kanvas, dengan huruf-huruf Yunani biru terang. Review The Silent Patient merupakan pemenang Goodreads Choice Awards tahun 2019 di kategori Mystery & Thrillers. Hal inilah ...

Review: The Good Son (Anak Teladan) - Jeong You-Jeong

Judul : The Good Son (Anak Teladan) Penulis : Jeong You-Jeong Alih Bahasa : Iingliana Desain & Ilustrasi Sampul : Martin Dima Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tebal : 408 halaman Genre : Mystery, Thriller, Suspense Harga : Rp 123.000 Blurb Yu-jin terbangun karena bau darah dan menemukan dirinya berbaring di ranjangnya sendiri dalam keadaan berlumuran darah. Tetapi itu bukan darahnya. Lalu darah siapa? Jawaban untuk pertanyaan itu baru diketahuinya setelah ia menemukan ibunya tergeletak tak bernyawa dengan leher tergorok di tengah genangan darah di kaki tangga apartmen dupleks mereka. Sebagai penderita epilepsi, ingatan Yu-jin sering bermasalah dan ia tidak bisa mengingat apa pun yang terjadi kemarin malam. Hanya suara ibunya yang selalu terngiang-ngiang di telinga. Suara ibunya yang memanggil namanya. Apakah sang ibu memanggilnya untuk meminta tolong? Atau untuk memohon agar Yu-jin tidak membunuhnya? Yu-jin pun berusaha mencari tahu apa yang terjadi, menggali ingatann...

Big Bad Wolf 2017 Preview Sale

Event buat para pecinta buku datang lagi di tahun ini dengan membawa lebih banyak buku. Saya pun mendapat kesempatan yang (gak begitu) langka untuk menghadiri preview sale BBW. Preview sale ini diadain satu hari sebelum event dibuka untuk umum (20 April). Ada 2000 tiket VIP yang dibagikan dari beberapa jalur, salah satunya blogger/vlogger. Nah saya dapet dari jalur ini. Seneng dong ya dapet tiket VIP, apalagi bisa belanja duluan. Tapi apa daya, ekspektasi beda banget sama realita. Saya udah excited banget buat dateng ke preview sale. Saya sama temen saya pergi bareng dan kita sampai di ICE sekitar pukul 2 siang dan pulang pukul 9 malem. Kita bukan lama nyari buku loh, tapi lama pas ngantri. Saya cuma keliling cari buku inceran selama kurang lebih 2 jam dan sisanya nunggu antrian. Bisa dibayangkan berapa lama kita nunggu cuma buat bayar buku-buku yang dibeli yang jumlahnya gak sampe 10 buku.  Saya kebanyakan keliling di bagian fiction dan hanya sebentar mampir di no...